Sebelum membahas materi Reaksi Redoks dan Elektrokimia, siswa diharapkan mengingat kembali cara menghitung biloks yang telah dipelajari di kelas X.
Untuk menyegarkan ingatan kita, kita ingat kembali tentang beberapa konsep dasar bilangan oksidasi :
Atom-atom dalam unsur memiliki bilangan oksidasi nol
Atom H dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi +1
Dalam Hidrida logam (misalnya NaH, BaH2, AlH3), bilangan oksidasi H = –1
Atom O dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi –2
Dalam senyawa F2O, bilangan oksidasi O = + 2
Dalam peroksida (misalnya H2O2, Na2O2, BaO2), bilangan oksidasi O = –1
Atom logam dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi positif
Jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam senyawa = nol
Jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam ion = muatan ion
Jika dua atom berikatan, bilangan oksidasi negatif selalu dimiliki atom yang keelektronegatifannya lebih besar
Contoh:
Hitunglah biloks S dalam senyawa H2SO4
H2SO4 (2 x H) + S + (4 x O) = 0 (2 x (+1)) + S + (4 x (-2)) = 0 (+2) + S + (-8) = 0 S = 0 - 2 + 8 S = +6 Jadi Biloks S dalam senyawa H2SO4adalah +6 Penyetaran Reaksi Redoks
Metode Bilangan Oksidasi
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyelesaikan persamaan reaksi redoks dengan metode bilangan oksidasi adalah sebagai berikut:
Tentukan unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi pada ke dua sisi persamaan reaksi redoks
Tuliskan angka biloks (bilangan oksidasi) di atas lambang atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
Buatlah garis yang menghubungkan atom-atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
Setarakan dahulu jumlah atom kiri dan kanan persamaan reaksi yang dihubungkan oleh garis oksidasi dan garis reduksi
Tentukan jumlah penurunan bilangan oksidasi dari oksidator dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor
Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi tersebut dengan cara perkalian
Setarakan muatan dengan menambahkan ion H+ (dalam suasana asam) atau ion OH- (dalam suasana basa)
Setarakan atom H dengan menambahkan H2O
Metode Setengah Reaksi (Ion Elektron)
Korosi
Suatu contoh penting proses oksidasi reduksi adalah korosi (perkaratan) logam-logam, terutama besi. Kenyataan bahwa banyak biaya yang digunakan untuk melindungi korosi dan kerugian yang ditimbulkan oleh korosi juga banyak.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya korosi :
Adanya gas oksigen dan uap air
Adanya elektrolit, misal garam yang dapat membantu atau memberikan suasana untuk dapat berlangsungnya reaksi redoks
Lapisan zat lain pada permukaan logam
Lapisan-lapisan zat-zat yang dapat larut membentuk asam, seperti gas SO2, SO3, CO2 dan lain-lain
Perbedaan potensial elektroda dari logam lain. Misalnya : Logam besi bersentuhan dengan seng (seng sebagai anoda dan besi sebagai katoda, seng yang cepat habis), Logam besi bersentuhan dengan timah (besi sebagai anoda, besi cepat mengalami korosi)
Pengaruh arus listrik (contoh percobaan besi sebagai anoda mengalami oksidasi Fe → Fe+2 + 2e ( besi mengalami korosi )
Cara Pencegahan Korosi
Melapisi permukaan dengan cat atau bahan pelapis lainnya
Melapisi dengan lapisan tipis , misal tembaga melalui pelapis listrik atau dengan timah hitam dengan mencelupkannya ke dalam logam cair.
Pelapisan dilakukan dengan cara elektrolisis yang disebut electroplating
Penyolderan yaitu dengan cara menghubungkan langsung dengan logam aktif atau dengan logam Magnesium disebut perlindungan katoda
Melumuri logam dengan Oli atau Gemuk
Dibalut dengan Plastik
Korosi dapat dicegah dengan menggunakan cara-cara di atas, namun jika korosi sudah terjadi bagaimakah cara menghilangkan korosi tersebut? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan korosi, diantaranya yang ditampilkan dari video di bawah ini:
Evaluasi Diri :
Apa yang dimaksud dengan korosi.
Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya korosi.
Bagaimana cara menghindari terjadinya korosi pada tembaga dan besi.
Rancanglah kegiatan sederhana bagaimana cara pencegahan terjadinya korosi ? (tugas kelompok)
Tuliskan setengah persamaan dan persamaan keeluruhan Jika:
a. sebuah kawat tembaga dililitkan di sepanjang paku besi.
b. Paku tersebut digerakan melalui sekeping seng.
Sel Elektrokimia
Potensial Elektroda (Eo)
Potensial elektroda adalah potensial listrik yang dihasilkan oleh suatu reaksi reduksi. Makin mudah suatu logam mengalami reduksi makin besar potensial elektroda yang ditimbulkannya. Jadi makin ke kanan letak suatu logam pada deret Volta makin besar potensial elektrodanya. Deret Volta urutan kereaksifan logam mulai dari reduktor terkuat (mudah teroksidasi) sampai reduktor terlemah (sukar teroksidasi)
K Ba Ca Na Mg Al Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb (H) Cu Hg Ag Pt Au
Sel Elektrokimia
Transfer elektron pda reaksi redoks di dalam larutan berlangsung melalui kontak langsung antara partikel-partikel berupa atom, molekul, atau ion yang saling serah terima elektron.
Contoh reaksi redoks berikut:
Zn + Cu+2 → Zn+2 + Cu
Untuk menghindari kesenjangan ini ion negatif akan mengalir menuju larutan ion Zn+2 sebaliknya ion Zn+2 bergerak menuju larutan Cu. Maka kedua larutan dihubungkan dengan jembatan garam.
Keseluruhan sistem pemindahan elektron melalui rangkaian tertutup disebut sel elektrokimia atau lebih umum disebut sel. Elektroda tempat dimana terjadi setengah reaksi oksidasi disebut anoda, sedangkan elektroda tempat dimana terjadi setengah reaksi reduksi disebut katoda.
Diagram Sel
Berdasarkan konvensi bahwa penulisan setengah reaksi reduksi atau setengah reaksi oksidasi digunakan lambang. Penulisan lambang ini disebut diagram sel.
Zn(s) | Zn+2(aq) || Cu+2(aq) | Cu(s)
anoda katoda
Garis yang tegak lurus tunggal merupakan batas antara suatu elektroda dan fase lain (misal larutan). Garis tegak lurus ganda menekankan bahwa larutan tersebut dihubungkan dengan jembatan garam. Penulisan Zn(s) | Zn+2(aq) merupakan pasangan oksidasi dan Cu+2(aq) | Cu(s) merupakan pasangan reduksi.
Menghitung Potensial Sel Reaksi:
Eo sel = Eo red - Eooks
Contoh
Hitunglah Eo sel dari reaksi : Br2 + Cu → Cu+2 + 2 Br-
jika diketahui :
Eo Br2 + 2e → 2 Br- = + 1,06 volt
Eo Cu+2 + 2e → Cu = +0,52 volt
Solusi :
Menguraikan ½ reaksi reduksi dan ½ reaksi oksidasi
½ reaksi reduksi : Br2 + 2e → 2 Br-
½ reaksi oksidasi. : Cu → Cu+2 + 2e
Menghitung Eo sel
Eo sel = Eo red - Eooks
= 1,06 - ( + 0,52 )
= + 0 , 54 volt
Sebagai bahan pembelajaran menarik, kita dapat membandingkan hasil perhitungan kita dengan simulasi perhitungan Eosel berikut ini:
Belajar Q'Mia: Reaksi Redoks Dan Elektrokimia >>>>> Download Now
ReplyDelete>>>>> Download Full
Belajar Q'Mia: Reaksi Redoks Dan Elektrokimia >>>>> Download LINK
>>>>> Download Now
Belajar Q'Mia: Reaksi Redoks Dan Elektrokimia >>>>> Download Full
>>>>> Download LINK