1. PENDAHULUAN
Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak, mencuci dan sebagiannya harus diperhatikan. Cara penjernihan air perlu diketahui karena semakin banyak sumber air yang tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri. Cara penjernihan air baik secara alami maupun kimiawi akan diuraikan dalam bab ini. Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya anatara lain batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain.
2. URAIAN SINGKAT
Penjernihan air dengan biji kelor (Moringa Oleifera) dapat dikatakan penjernihan air dengan bahan kimia, karena tumbukan halus biji kelor dapat menyebabkan terjadinya gumpalan (koagulan) pada kotoran yang terkandung dalam air. Cara penjernihan ini sangat mudah dan dapat digunakan di daerah pedesaan yang banyak tumbuh pohon kelor. Bentuk daun, bunga, dan buah kelor dapat
dilihat pada Gambar.
3. BAHAN
Biji kelor yang sudah tua betul dan kering
1) Kupas biji kelor dan bersihkan kulitnya.
2) Biji yang sudah bersih dibungkus dengan kain, kemudian ditumbuk sampai halus betul. Penumbukan yang kurang halus dapat menyebabkan kurang
sempurnanya proses penggumpalan.
3) Campur tumbukkan biji kelor dengan air keruh dengan perbandingan 1 biji : 1 lt air keruh.
4) Campur tumbukkan biji kelor dengan sedikit air sampai berbentuk pasta. Masukkan pasta biji kelor ke dalam air kemudian diaduk.
5) Aduklah secara cepat 30 detik, dengan kecepatan 55-60 putaran/menit.
6) Kemudian aduk lagi secara berlahan dan beraturan selama 5 menit dengan kecepatan 15-20 putaran/menit.
7) Setelah dilakukan pengadukan, air diendapkan selama 1-2 jam. Makin lama waktu pengendapan makin jernih air yang diperoleh.
8) Pisahkan air yang jernih dari endapan. Pemisahan harus dilakukan dengan hati-hati agar endapan tidak naik lagi.
9) Pada dasar bak pengendapan diberi kran yang dapat dibuka, sehingga endapan dapat dikeluarkan bersama-sama dengan air kotor.
5. KEUNTUNGAN
1) Caranya sangat mudah
2) Tidak berbahaya bagi kesehatan
3) Dapat menjernihkan air lumpur, maupun air keruh (keputih-putihan, kekuning-kuningan atau ke abu-abuan)
4) Kualitas air lebih baik :
a. Kuman berkurang
b. Zat organik berkurang sehingga pencemaran kembali berkurang
c. Air lebih cepat mendidih
6. KERUGIAN
1) Kelor tidak terdapat disemua daerah
2) Air hasil penjernihan dengan kelor harus segera digunakan dan tidak dapat disimpan untuk hari berikutnya.
3) Penjernihan dengan cara ini hanya untuk skala kecil.
Baca Selengkapnya…
Belajar Kimia Jadi Lebih Mudah dan Menyenangkan
Monday, August 31, 2015
Penjernihan Air dengan Biji Kelor
Wednesday, April 25, 2012
Bakteri 'Alien' Ini Jadi Sumber Listrik Baru Bumi
Friday, September 9, 2011
Cara Sederhana Menghilangkan Karat
Jika benda tersebut sudah berkarat, biasanya kita secara tidak langsung menganggap benda logam tersebut adalah rongsokan yang tidak bisa dipakai lagi dan akan membuangnya. Hal ini sebenarnya adalah kesalahan besar karena sebenarnya benda logam yang berkarat ini masih bisa dipakai seperti barang baru dengan cara menghilangkan karatnya terlebih dahulu sampai tuntas dan memberinya cat pelapis anti karat sebelum dipakai lagi. Biasanya yang sering mengalami korosi karat paling cepat adalah Mur-Baut dan Paku. Ketika benda ini sudah berkarat biasanya kita langsung membuangnya dan membeli yang baru. Karat akan cepat menjalar pada jenis-jenis logam kualitas rendah, hal ini berbeda dengan jenis logam kualitas tinggi seperti Baja stainless Steel 304 dan sejenisnya yang akan lebih lama dapat terkena korosi karat.
Ada beberapa teknik menghilangkan karat pada Mur-Baut agar bisa dipakai lagi sehingga ulir Baut dan Mur dapat diputar dan dikencangkan. Biasanya bahan kimia untuk menghilangkan karat dengan cepat harganya sangat mahal sekali sehingga budget untuk membeli tidak akan menjadi kebutuhan primer dalam rumah tangga. Sebenarnya ada cara mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang yaitu dengan beberapa cara yaitu:
- Menggunakan cairan Kimia HCL yang dapat kita beli dengan murah di toko-toko Kimia Industri yang terdapat di toko-toko kecil. Tidak perlu membeli banyak, kita dapat membelinya sesuai dengan kebutuhan kita. biasanya harganya berkisar Rp.5000 sampai dengan Rp.10.000 untuk 100ml. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut.Tuangkan HCL pada botol bekas Aqua 500ml yang telah kita potong 10cm sebagai wadahnya. Campur sedikit air dengan perbandingan 1 : 2. Hal ini untuk mengurangi kecepatan korosi yang akan ditimbulkan oleh reaksi kimia cairan HCL agar Mur dan baut tidak cepat mengalami korosi berlebihan.Aduk sampai rata dan masukan Mur – Baut berkarat tersebut kedalamnya. Jangan lupa memakai Masker dan sarung tangan Kimia agar tangan kita tidak terkena cairan berbahaya ini, sebab jika dihirup sangat berbahaya untuk paru-paru manusia. Diamkan selama kurang lebih 10-15 menit, kemudian angkat Mur-Baut ini setelah kita lihat karatnya telah hilang dengan menggunakan Pinset dan celupkan kedalam air serta gosoklah dengan sikat gigi bekas berulang-ulang. Kemudian cuci Mur-Baut tersebut dengan sabun cuci baju. Lakukan pencucian pembersihan dengan sabun ini berulang-ulang. Hal ini dimaksudkan untuk menghentikan proses korosi yang ditimbulkan oleh cairan HCL, sebab cairan ini tidak akan berhenti bekerja jika semua zat yang menempel di logam belum hilang. Setelah cukup bersih dan tidak ada warna kuning yang tertinggal pada Mur-Baut, Keringkan dengan kain lap bekas sampai tuntas kemudian berilah lapisan anti karat untuk logam atau jika kita tidak punya cairan tersebut, kita dapat mencelupkan Mur-Baut ke dalam Oli mesin bekas. Hal ini dimaksudkan agar dapat menunda karat yang diakibatkan oleh oksigen bebas disekitar kita. Setelah semua proses selesai, Mur-Baut tersebut tampak seperti baru lagi dan kita dapat melihat apakah Ulirnya masih bagus untuk dipakai kembali pada kendaraan bermotor kita atau sebaliknya. (selamat mencoba….sudah dibuktikan sendiri)
- Cara kedua adalah dengan menggunakan cara tradisional murah meriah yaitu dengan air kelapa, Jeruk nipis dan sabut buah kelapa itu sendiri. Cara ini sudah dilakukan oleh manusia pada jaman dahulu kala. Sangat mudah untuk melakukannya yaitu dengan cara sebagai berikut: Belilah Kelapa yang masih utuh dan tuangkan air kelapa tersebut kedalam baskom kemudian ambil dan rendam selama 3 hari. memang hal ini membutuhkan waktu lama dan tidak bisa dengan cepat menghilangkan karat sampai tuntas. Setelah 3 hari ambilah Mur baut tersebut dan berilah air jeruk nipis kemudian gosoklah dengan menggunakan sabut kelapa. Lakukan hal ini berulang-ulang sampai karat yang menempel dapat hilang semua.Kemudian berilah cairan anti karat atau di cat dengan cat dasar anti karat maka Mur-Baut atau Benda Logam anda akan terlihat baru kembali.
- Cara ketiga adalah dengan cairan yang mudah didapat yaitu sabun Deterjen yang biasa kita gunakan untuk mencuci baju sehari-hari. Caranya sebagai berikut : Masukan 1-2 sendok Deterjen ke dalam panci atau baskom logam yang sudah diisi air 1-2 liter air (sesuai kebutuhan). Kemudian masaklah di atas tungku api panci tersebut sampai mendidih dan jangan jangan ditinggal begitu saja karena biasanya akan menimbulkan busa berlimpah.amati korosi karat yang menghilangkan.setelah cukup hilang. matikan dan ambilah dengan pinset cucilah dengan air, dan berilah oli bekas aatau cairan anti karat sehingga Mur-Baut akan terlihat baru kembali.
Baca Selengkapnya…
Monday, August 22, 2011
Baterai dari Buah-buahan
Jika kamu mempunyai buah, sepasang elektrode (seng dan tembaga), dan kabel kamu dapat menghasilkan listrik untuk menghidupkan bola lampu. Belajar membuat baterai dari buah adalah sesuatu yang mudah, aman, dan menyenangkan.
Berikut ini adalah bahan-bahan yang dibutuhkan:
1. Buah yang masam (jeruk, lemon, atau anggur)
2. Plat Tembaga
3. Plat Seng
4. Kabel
5. Lampu LED
Langkah-langkah pembuatan baterai buah:
1. Tusukkan lempengan tembaga dan seng ke dalam buah.
2. Jepitkan kabel kepada lempengan tersebut dan hubungkan dengan lampu.
3. Lihat nyala lampu yang terjadi.
4. Jika nyala lampu belum kelihatan, maka tambah buah tersebut agar arus listrik yang dihasilkan bertambah besar.
Apa yang terjadi?
Lampu tersebut dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir. Seperti halnya baterai lampu senter, buah dan lempengan-lempengan itu pun menghasilkan arus listrik walaupun sangat lemah. Sari buah mempengaruhi logam-logam itu secara kimiawi layaknya larutan elektrolit dalam aki. Oleh karena itu, susunan seperti ini disebur elemen galvani, karena yang pertama kali mengamati proses ini dalam eksperimen ialah seorang dokter Itali bernama Galvani.
Baca Selengkapnya…
Friday, August 19, 2011
Di Balik Pesona Kembang Api
Pernahkah kamu melihat pertunjukan kembang api? Siapa sih yang tidak suka melihat pertunjukkan kembang api yang penuh dengan kemilau warna-warni cahaya dengan berbagai bentuk? Indahnya….:-)
Dalam hati kamu pasti sempat bertanya, bagaimana sih cara kerja dan cara membuat kembang api itu? Kembang api berada dalam golongan “Low Explosive” yang dipergunakan untuk tujuan hiburan. Kembang api diyakini berasal dari China pada abad ke 12 sebagai hasil samping penemuan bubuk hitam (gundpowder) dan pada saat itu dipakai untuk mengusir roh jahat dan mengisi perayaan tahun baru China dan festival bulan.
Kembang api umumnya terbuat dari kertas atau tanah liat berbentuk silinder atau bola. Kembang api berbentuk silinder didalamya kemungkinan terdapat silinder-silinder kertas lagi, dan disusun sedemikian rupa sehingga apabila kembang api tersebut disulut maka akan diperoleh bentuk, warna, dan suara yang diinginkan
Komposisi Kembang Api
Terdapat 5 komposisi utama kembang api yaitu: Binder, Oksidator, Reduktor, Agen Pemberi Warna, dan Regulator. Fungsi masing-masing dijelaskan sebagai berikut:
Binder
Binder berfungsi untuk agen pengikat sehingga seluruh bahan pembuat kembang api dapat dijadikan campuran berbentuk pasta. Binder yang sering dipergunakan adalah dextrin.
Regulator
Logam biasanya ditambahkan untuk mengatur kecepatan terjadinya reaksi pada kembang api. Semakin besar luas permukaan logam maka semakin cepat reaksi akan berlangsung.
Fuel
Karbon atau thermit umumnya dipakai sebagai fuel pada kembang api. Fuel akan melepaskan elektron pada oksidator. Menyebabkan oksidator tereduksi, selama proses ini berlangsung maka akan terjadi ikatan antara fuel dan oksigen membentuk produk yang lebih stabil, peristiwa pembakaran ini hanya memerlukan sedikit energi agar reaksinya berlangsung, dan ketika proses pembakaran dimulai maka akan dihasilkan energi yang cukup banyak untuk melelehkan dan menguapkan material lain sehingga terjadi percikan api yang menyebabkan terbentuknya cahaya kembang api.
Oksidator
Oksidator diperlukan sebagai penghasil oksigen untuk memulai proses pembakaran. Bahan oksidator yang dipakai biasanya dari golongan nitrat, klorat, ataupun perklorat. Awalnya nitrat dipakai sebagai bahan oksidator dan senyawa yang sering dipakai adalah kalium nitrat. Penguraian kalium nitrat adalah sebagai berikut:
2 KNO3 -> K2O + N2 + 2.5 O2
Tidak semua oksigen dari KNO3 diubah menjadi oksigen, dan reaksi berjalan tidak begitu ekstrim sehingga mudah di control. Hal ini menyebabkan nitrat dipakai sebagai reaksi awal penyulutan kembang api agar kembang api sampai di angkasa.
Untuk mendapatkan reaksi yang ekstrim (dalam arti kecepatan dan menghasilkan panas yang cukup) maka diperlukan oksidator yang lebih kuat dibandingkan nitrat. Ingat agar kembang api dapat menghasilkan kilatan cahaya maka kita harus membuat ion logam agen pemberi warna tereksitasi untuk itulah diperlukan suhu yang tinggi.
Klorat merupakan oksidator yang lebih baik dibandingkan dengan nirat, reaksi yang terjadi sangat ekplosif dan menghasilkan suhu yang tinggi selain itu semua oksigen dalam klorat dapat diubah menjadi oksigen. Memberikan oksigen dengan jumlah yang cukup untuk proses pembakaran pada kembang api.
2 KClO3 -> 2KCl + 3 O2
Sayangnya klorat tidak stabil dan diperlukan penanganan khusus dalam proses pembuatan kembang api, beberapa senyawa klorat dapat meledak ketika dijatuhkan ke tanah. Oleh sebab itu penggunaan klorat digantikan oleh perklorat. Perklorat sekarang banyak dipakai pada industri kembag apai karena stabil dan bereaksi sama ekstrimnya dengan klorat.
KClO4 -> KCl + 2O2
Reduktor
Reduktor bereaksi dengan oksigen yang dihasilkan oleh oksidator membentuk gas yang bertemperatur tinggi dan mengembang dengan cepat. Reduktor yang dipakai biasanya adalah belerang dan karbon.
S + O2 -> SO2
C + O2 -> CO2
kembangapi2
Agen Pemberi Warna
Warna kembang api dihasilkan dari pemanasan senyawa logam tertentu. Atom logam menyerap energi yang dihasilkan dari reaksi oksidator dan reduktor diatas dan kemudian dia melepaskan energi itu kembali dalam bentuk cahaya dengan warna tertentu.
Energi yang diserap menyebabkan electron logam melompat dari tingkat energi standarnya ke tingkat energi yang lebih tinggi, dinamakan dengan istilah tereksitasi kemudian electron terebut kembali ke tingkat energi semula dengan membebaskan energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu.
Ion logam yang dipakai untuk memberi warna pada kembang api diantaranya adalah:
Merah:
Garam stronsium atau garam lithium. Contohnya adalah litium karbonat Li2CO3 yang memberikan warna merah dan Stronsium karbonat yang memberikan warna merah cerah.
Oranye
Garam kalsium contohnya kalsium klorida CaCl2
Kuning
Garam natrium contohnya natrium lorida NaCl.
Hijau
Garam barium atau senyawa yang dapat menghasilkan gas Cl2. Contoh garam bariumnya adalah BaCl2.
Biru
Senyawaan tembaga contohnya tembaga(I) klorida CuCl.
Ungu
Campuran antara garam stronsium dan garam tembaga. Karena stronsium memberikan warna merah dan tembaga memberikan warna biru maka campuran kedua garam ini akan menghasilkan warna ungu.
Putih/Silver
Logam magnesium, titanium, ataupun aluminium.
Mengapa kita selalu melihat percikan kembang api terlebih dahulu kemudian baru suara ledakkannya?
Hal ini terjadi dikarenakan kecepatan cahaya lebih cepat satu juta kali dibandingkan dengan kecepatan suara. Jika kamu melihat kembang api yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari tanah tempatmu berdiri maka diperlukan sekitar 3 detik untuk mendengar suara ledakan kembang api setelah kamu melihat percikan cahaya kembang api tersebut.
Baca Selengkapnya…
Tuesday, August 16, 2011
Membuat Bom Asap Suporter Sepakbola
Anda seoarang suporter bola fanatik? Pengen berkreasi dalam mendukung tim kesayangan anda? Bagaimana dengan BOM ASAP, apakah anda tertarik untuk mempelajarinya?
Berikut ini bahan serta cara pembuatannya:
Bahan :
Sumbu petasan yang berwarna hijau sepanjang 20 cm
Pulpen yang tidak ada isinya (disarankan pulpen merek “Pilot”)
KNO3 (Kalium Nitrat / Potassium Nitrat) 40 gram
Gula Pasir 60 gram
Baking Soda / Soda kue 1 sendok makan
Pewarna Organik (Organic Dye) 3 sendok makan. Saya sarankan memilih warna Merah, Biru, dan Orange (efektif)
Aluminium Foil
Kertas Karton Tebal
Lakban
Kapas
Alat :
Kompor Gas
Panci
Sendok stainless steel
Sarung tangan
Masker
Kacamata
Pembuatan :
- Buatlah sebuah tabung dari kertas karton tebal dengan diameter 3 cm dan tinggi 9 cm. Harus berlapis dua.
- Hidupkan kompor gas sampai dengan api yang paling kecil. Ingat, api yang paling kecil.
- Campurkan KNO3 40 gram dengan Gula pasir 60 gram ke dalam panci dan aduk. Cara mengaduk dengan amat pelan. Jangan kasar! Bahan ini mudah rusak.
- Aduk hingga gula dan KNO3 menjadi cairan yang lengket dan kental dan berwarna coklat kekuning-kuningan. Proses memakan waktu selama 10 menit. Selama 10 menit, anda harus mengaduk terus.
- Angkat panci dan campurkan satu sendok baking soda, aduk hingga merata.
- Masukkan pewarna organik sebanyak 3 sendok dan aduk hingga merata.
- Masukkan cairan ke dalam tabung dan tancapkan pulpen kosong ke tengah2 tabung. Biarkan selama 1 jam.
- Sesudah 1 jam, cabut pulpen tersebut dan masukkan sumbu petasan. Sumbat bagian yang longgar dengan kapas.
- Bungkus tabung tersebut dengan Lakban hitam namun sisakan lubang pada tengah2 tabung pada bagian sumbu. Supaya asap dapat keluar dengan lancar.
Mengetes :
- Carilah tempat yang luas dan sepi di alam terbuka. Jangan di dalam Rumah!!!
- Bakar sumbu dan tinggalkan.
- Jika sukses, maka asap berwarna akan keluar banyak seperti granat asap sungguhan. Ingat, pakailah masker.
Kegunaan :
- Sangat cocok untuk pembuatan film.
- Dapat diinisialkan sebagai tanda darurat.
- Hiburan kimia
Baca Selengkapnya…
Monday, August 15, 2011
Perbedaan Antara Baking Soda dan Baking Powder
Sebagai orang awam dalam dunia persilatan masak-masak kue, maklum aku baru belajar neh, aku penasaran dengan si kembar tepung putih. Baking Soda & Baking Powder.
Ada resep yang meminta baking soda, ada yang meminta baking powder. Namun ada pula yang meminta keduanya. Apa sih perbedaan diantara keduanya??
Tampang mereka boleh sama tetapi jika dilihat dari kandungan rupanya mereka berbeda looo….
Menurut buku karangan Robert L. Wolke (referensi-ku); masing-masing memiliki kandungan bahan kimia yang berbeda.
Baking soda (juga disebut bikarbonat soda) adalah sebuah bahan kimia yang berdiri sendiri; natrium bikarbonat murni.
Sedangkan baking powder adalah baking soda yang dicampur dengan satu atau dua garam lebih asam misalnya; monokalsium fosfat monohidrat, dikalsium dihidrat, natrium aluminium fosfat.
Baik baking soda maupun baking powder digunakan untuk mengembangkan adonan, membuat adonan kue panggang naik, mengembang, karena membuat jutaan gelembung gas karbon dioksida yang masing-masing berukuran sangat kecil.
Gelembung-gelembung gas tersebut dilepas dalam adonan yang masih basah, yang kemudian memuai karena panas oven dan setelah adonan mengeras gelembung-gelembung itu terperangkap di tempat masing-masing. Akibatnya sesuai dengan harapan, kita mendapatkan cake berbusa yang ringan, alih-alih gundukan adonan yang padat dan kenyal (bantat).
Cara kerja baking soda = melepaskan gas karbon dioksida segera setelah bahan ini kontak dengan cairan bersifat asam, misalnya buttermilk, sour cream, etc.
Cara kerja baking powder = baking soda yang sudah dicampur dengan sejenis asam kering. Bahan ini digunakan ketika sebuah resep tidak mengandung asam lain. Segera sesudah tepung ini menjadi basah, kedua bahan kimia didalamnya mulai mengurai dan bereaksi dengan membentuk gas karbon dioksida. Agar gas ini tidak “kabur” sebelum waktunya, maka harus dilindungi dengan baik dari kelembaban udara dengan cara menyimpan hasilnya dalam sebuah wadah tertutup rapat.
Dalam kebanyakan kasus, kita tidak mau baking powder kita melepaskan seluruh gasnya begitu kita campurkan kedalam adonan sebelum adonan cukup mantap memerangkap gelembung. Maka kita membeli “double-acting” baking powder (kebanyakan baking powder zaman sekarang berfungsi demikian walaupun tanpa disebutkan dalam label). “Double Acting” backing powder melepaskan hanya sebagian gasnya sewaktu masih basah kemudian sisanya setelah adonan mencapai temperature tinggi dalam oven.
Uji baking powder = Masukan sedikit kedalam air. Kalau tidak mendesis berarti tepung itu telah kehilangan keampuhannya dan tidak baik untuk mengembangkan adonan. So….buang saja dan beli yang baru.
Mengapa ada resep yang meminta baking powder maupun baking soda? Dalam hal ini cake atau kue sesungguhnya dikembangkan oleh baking powder yang mengandung bikarbonat dan asam dalam proporsi paling pas untuk saling bereaksi dengan tuntas. Namun jika dalam adonan kebetulan ada bahan lain bersifat asam, misalnya buttermilk, sehingga keseimbangan terganggu, bikarbonat tambahan dalam bentuk baking soda diperlukan untuk menetralkan kelebihan asam itu.
Baca Selengkapnya…
Sunday, July 31, 2011
Aneka Trik Sulap dengan Bahan Kimia
- Membakar Uang Kertas
Reaksi pembakaran terjadi antara alkohol dengan oksigen, menghasilkan panas dan nyala (energi), serta karbon dioksida dan uap air
C2H5OH + 4 O2 -> 2 CO2 + 3 H2O + energy
Ketika uang di rendam dalam campuran air dan alkohol, alkohol akan berada pada permukaan uang, hal ini dikarenakan alkohol mempunyai tekanan uap yang tinggi. Pada saat uang terbakar, sebenarnya hanya alkohol yang terbakar, sementara panas dari pembakaran alkohol tidak cukup kuat untuk menguapkan air yang terserap dalam uang sehingga uang tidak terbakar.
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
1. Uang Kertas
2. Wadah Rendaman
3. Korek api
4. Garam untuk warna nyala
5. Campuran air dan alkohol dengan perbandingan 1 : 1
Prosedur Kerja:
1. Siapkan campuran alkohol dan air dalam wadah
2. Tambahkan garam secukupnya untuk memberikan warna nyala
3. Rendam uang dalam campuran di atas sampai benar-benar basah
4. Biarkan sisa cairan sampai agak mengering
5. Nyalakan uang dan biarkan menyala sampai nyala mati
- Tinta Rahasia
Tinta rahasia adalah suatu bahan yang dapat digunakan untuk menulis pesan yang tak tampak sampai tinta tersebut kemudian dibuat nampak dengan perlakuan khusus.
Cara membuat tinta rahasia:
Setiap orang dapat membuat tinta rahasia karena kita bisa menggunakan urine sebagai tinta rahasia. Jika anda merasa tidak ingin menggunakan urine, anda bisa menggunakan bahan-bahan lain berikut ini:
Tinta Rahasia dengan Pemanasan:
Bahan yang bisa digunakan
1. Asam dari jus buah (jeruk, apel, dan lemon)
2. Jus bawang
3. Asam Cuka
4. Anggur putih
5. Madu
6. Larutan gula
7. Urine
Cara agar bahan tersebut dapat tampak adalah dengan cara: di setrika, dimasukkan dalam oven, atau di dekatkan pada bola lampu panas.
Tinta Rahasia dengan Reaksi Kimia:
Tinta rahasia jenis ini bisa menggunakan larutan indikator asam basa seperti PP yang dapat mengalami perubahan warna. Cara yang dilakukan agar nampak adalah dengan cara menyemprotkan cairan asam atau basa, tergantung indikator yang dipakai untuk menulis.
diterjemahkan dari:
http://chemistry.about.com/od/chemistrymagic/tp/sciencemagictricks.html
Baca Selengkapnya…
Friday, July 29, 2011
Rahasia di Balik Rompi Anti Peluru
Sifat-sifat
Kevlar adalah salah satu tipe aramida, yang terdiri dari rantai panjang polimer dengan orientasi paralel. Aramida sendiri merupakan suatu serat sintetik yang berup arantai panjang poliamida sintetik yang paling sedikit 85 % sambungan amidanya menmpel secara langsung pada dua rantai aromatik (gugus amida dan gugus aromatik berselang-seling). Kekuatan kevlar diperoleh dari ikatan hidrogen intramolekuler dan interaksi tumpukan aromatik-aromatik antar lembaran. Interaksi-interaksi ini lebih kuat daripada interaksi Van der Waals yang terdapat dalam polimer-polimer sintetik lain dan serat-serat seperti dynenema( serat yang terbuat dari rantai polietilena yang sangat panjang, tersusun searah). Keberadaan garam-garam dan impuritis lain, biasanya kalsium, dapat mengganggu interaksi pada lembaran polimer dan harus dihilangkan dalam proses produksi. Kevlar terdiri dari molekul-molekul yang relatif rigid, yang membentuk struktur seperti lembaran-lembaran datar pada sifat-sifat tersebut diperoleh serat dengan kekuatan mekanik yang tinggi dan tahan terhadap panas. Kevlar mempunyai gugus-gugus bebas yang dapat membentuk ikatan hidrogen pada bagian luarnya, sehingga dapat mengabsorb air dan mempunyaii sifat basah yang baik.
Baca Selengkapnya…
Thursday, July 14, 2011
Pro Kontra Pembangunan PLTN Jepara
Seusai acara diskusi di Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo menyatakan, pihaknya belum membatalkan rencana pembangunan PLTN di Jepara.
Namun demikian, ia mengaku masih menunggu perkembangan kondisi sosial masyarakat setempat lebih kondusif. "Nanti kita lihat dulu perkembangnnya," ujar Hudi ketika ditanya apakah rencana itu masih terus jalan.
Sementara itu, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia Dr Herman Darnel Ibrohim menyatakan, resiko PLTN di Indonesia harus dikaji lebih dalam.
Menurutnya, untuk memastikan perlu dan kapan diperlukan PLTN harus dilakukan kajian kelayakan yang komprehensip terkait aspek tekno ekonomi dari berbagai opsi penyediaan energi non nuklir sumber domestik dan impor.
Jika dari studi kelayakan komprehensip PLTN adalah opsi yang kompetitif, lanjut Herman, selanjutnya harus dipertimbangkan resikonya yang sangat besar jika terjadi kecelakaan. "Keputusan akhir go or not go PLTN selanjutnya adalah politis dengan memperhatikan penerimaan publik," katanya.
(Suara Merdeka, Cyber News)
Mantan Presiden RI, BJ Habibie menilai sebaiknya jangan buru-buru menolak pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) menyikapi krisis nuklir yang terjadi di Jepang.
"Lihat dulu hasil kajian pakar tentang energi nuklir, terutama di dua negara, yakni Jepang dan Perancis," katanya, usai kuliah umum "Perkembangan Teknologi dan Wawasan Indonesia" di Semarang, Sabtu.
Menurut dia, para pakar saat ini tengah mengkaji pemanfaatan PLTN di dua negara tersebut, mengingat Jepang dan Perancis adalah negara yang paling besar berinvestasi dalam pemanfaatan energi nuklir.
Dua negara tersebut, kata mantan Menteri Riset dan Teknologi itu, selama ini sangat tergantung dengan energi nuklir, terutama untuk menghasilkan energi listrik bagi perkembangan industri di negara itu.
"Kalau kemudian mereka (Jepang dan Perancis, red.) harus mematikan begitu saja (pemanfaatan energi nuklir) tidak mungkin bisa, sebab pergerakan dunia industri di negara itu akan macet," katanya.
Begitu tergantungnya dua negara itu terhadap energi nuklir, kata dia, butuh waktu untuk memutuskan apakah tetap memanfaatkan nuklir atau tidak, belum ada energi pengganti lain yang sanggup mencukupi.
Karena itu, Habibie mengatakan perlu melihat hasil kajian dari pakar terkait pemanfaatan nuklir di dua negara itu, terlebih setelah melihat dampak kerusakan PLTN di Fukushima, Jepang akibat gempa bumi dan tsunami.
Ditanya urgensi pembangunan PLTN di Indonesia, ia mengatakan perlu menunggu hasil kajian pakar dari pemanfaatan nuklir di dua negara itu secara objektif dan jangan langsung menolak pembangunan PLTN.
Ia menjelaskan urgensi pembangunan PLTN sebenarnya berkaitan dengan aspek ekonomi dan kebutuhan energi sehingga perlu melihat terlebih dulu hasil kajian, tanpa terburu-buru mengatakan pembangunan PLTN adalah hal tabu.
"Saya tidak menolak (pembangunan PLTN, red.), namun sebaiknya tetap harus berhati-hati dalam mengambil keputusan. Tidak menolak, namun tetap kritis, lihat dulu bagaimana hasil kajian di dua negara itu," kata Habibie
Baca Selengkapnya…
Tuesday, May 31, 2011
Bahan Bakar dari Air Laut, Fakta atau Fiktif Belaka?
Dunia dilanda kepanikan disaat krisis melanda negara-negara di Timur Tengah, negara yang notabene sebagai pemasok minyak dunia. Harga minyak semakin melambung tinggi, hingga mencapai angka tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir (seperti dikutip ANTARA news, Sabtu, 9 April 2011).
Kondisi harga minyak yang semakin tinggi serta sifat bahan bakar minyak sebagai bahan bakar tak terbarukan, telah memicu berbagai kalangan untuk mencari bermacam bentuk sumber energi alternatif. Mulai dari energi yang berasal dari bio etanol, gas metana, sampai dengan bahan bakar dari air laut. Mengapa air laut? dikarenakan sumber air laut sangat tidak terbatas dan mudah didapatkan.
Di Indonesia, penelitian mengenai potensi bahan bakar dari air laut juga banyak dilakukan. Dimulai dari ide yang dikemukakan oleh Joko Suprapto Cs yang juga telah menyita perhatian Presiden SBY, namun proyek ini dikatakan oleh beberapa pihak sebagai sebuah penipuan. Namun jika dikaji lebih jauh lagi, konsep penggunaan air sebagai bahan bakar bukanlah hal yang mustahil.
Berdasarkan rumus molekul air, yaitu H2O dimana didalamnya terdapat 2 atom hidrogen. Atom hidrogen inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
Proses produksi atom hidrogen dari air laut sebenarnya sangat sederhana, yaitu dengan cara elektrolisis. Materi tentang elektrolisis juga telah dipelajari oleh siswa SMA kelas XII. Pada proses elektrolisis larutan NaCl dengan menggunakan elektroda inert (Pt, C, Au) dapat dijelaskan pada gambar di bawah ini:
untuk lebih jelasnya, silahkan pelajari buku kimia kelas XII. Dan buktikan benarkah dapat dihasilkan gas hidrogen dari air laut?
Baca Selengkapnya…
Friday, May 20, 2011
Mengubah Urine Menjadi Bahan Bakar Hidrogen

Peneliti dari Amerika telah mengembangkan cara yang efisien untuk memproduksi gas hidrogen dari urine tentu saja hal ini menjadi salah satu alternative untuk sumber bahan bakar mobil dimasa depan melainkan juga menjadi cara untuk memperdayagunakan limbah yang dihasilkan oleh manusia.
Penggunaan gas hidrogen untuk bahan bakar mobil telah menjadi alternatif bahan bakar yang penggunaannya semakin meningkat, hal ini disebabkan dengan mengggunakan gas hidrogen maka gas buang yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan karena yang keluar hanya uap air. Akan tetapi salah satu kendala yang dihadapi adalah kurangnya sumber gas hydrogen yang murah dan mudah diperbaharui. Gerardine Botte dari Universitas Ohio kemungkinan telah menemukan jawaban atas permasalahan tersebut, dengan menggunakan pendekatan proses elektrolisis dia berhasil menghasilkan gas hidrogen dari urine, salah satu limbah yang sangat berlimpah di bumi dan tentu saja urine ini menjadi sumber gratis sehingga dapat memangkas biaya produksi gas hidrogen.
Botte mengatakan bahwa ide ini muncul kepadanya beberapa tahun lalu pada saat dia menghadiri konferensi bahan bakar, saat itu dia mendiskusikan bagaimana cara mengubah sumber daya air menjadi sumber daya energi yang bersih. “Saya berharap kita bisa mengubah air menjadi sumber energi yang ramah lingkungan”, katanya. Dia pun mulai memikirkan dengan mencari sumber limbah yang dapat dijadikan sebagai sumber untuk menghasilkan gas hidrogen.
Kandungan urine terutama adalah urea, dimana urea ini memiliki empat atom hidrogen per molekulnya, ikatan hidrogen dengan ataom N dalam urea lebih lemah dibandingkan ikatan hidrogen dengan atom O dalam air. Botte kemudian memutuskan untuk menggunakan elektrolisis untuk memecah bagian molekul urea ini dengan menggunakan elektroda berbasis nikel yang bersifat selektif dan efisien untuk mengoksidasi urea. Untuk memecah molekul urea ini diperlukan voltase sebesar 0,37 Volt yang mana voltase ini masih lebih rendah jika dibandingkan yang diperlukan untuk mengelektrolisis air yaitu sekitar 1,23 volt.
Selama proses yang terjadi urea teradsorbsi pada elektroda nikel, yang kemudian mengalirkan elektron yang kemudian molekul urea terurai. Gas hidrogen murni terbentuk pada katoda, gas nitrogen dan sedikit gas oksigen dan hidrogen terbentuk di anoda. Gas karbondioksida juga dihasilkan pada saat elektrolisis akan tetapi gas ini tidak bercampur dengan gas yang dihasilkan pada anoda dan katoda disebabkan gas ini bereaksi dengan KOH membentuk kalium karbonat. “Perlu waktu bagi kami untuk menggunakan urine manusia sebagai percobaan sehingga kami bisa mempubilkasikan penelitian kami ini”, kata Botte.
Menurut Botte, proses yang ada untuk memisahkan urine dari air saat ini sangat mahal dan tidak efisien. Urine umumnya terhidrolisis menjadi amoniak sebelum terlepas ke udara sebagai gas amonia. Terbentuknya gas ini akan membentuk ammonium sulfat dan partikel nitral di udara, dimana kedua zat ini dapat menyebabkan berbagai macam permasalahan bagi kesehatan manusia seperti asma, bronchitis, dan kematian dini.
Grup peneliti tersebut telah menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari sitem elektrolisis yang akan dipakai termasuk mempelajari mekanisme reaksinya secara komputasional. Botte meyakini bahwa teknologi ini akan mampu dibuat dalam skala yang besar untuk menghasilkan gas hidrogen. “salah satu kendala yang menghalangi proses adalah banyaknya garam yang ada dalam sumber urine,” kata Botte.
Bruce Logan, seorang ahli energi dari limbah dan direktur Pennsylvania State University’s H2E Center and Engineering Environmental Institute memberikan applause pada Botte yang telah memberi kontribusi atas alternatif produksi hidrogen tanpa memecah molekul air. Bagaimanapun juga dia memberi suatau pernyataan bahwa urea lebih cepat diubah menjadi ammonia dengan menggunakan bakteri, hal ini tentu saja menjadi batasan penelitian yang dilakukan oleh Botte. Tapi Logan merasa bahwa ide Botte sangat bagus dengan memikirkan bagaimana cara untuk mengolah limbah urine kita tidak hanya untuk menghasilkan hidrogen akan tetapi juga untuk menghasilkan sumber lain misalnya fosfor sebagai sumber pupuk menginggat dimasa mendatang seperti halnya minyak bumi fosfor bisa menjadi barang yang langka dan kita harus memikirkan cara untuk mericycle fosfor untuk keperluan di masa datang.
Sumber : http://www.rsc.org/chemistryworld/News/2009/July/02070902.asp
sumber gambar: http://www.sxc.hu
Baca Selengkapnya…









