Diterjemahkan dari : http://www.sciencegeek.net/Chemistry/chemware/chemware.shtml
Belajar Kimia Jadi Lebih Mudah dan Menyenangkan
Monday, July 27, 2015
Model-model Pembelajaran
1. Kooperatif (CL, Cooperative Learning).
Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siawa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan.
2. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning)
Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif - nyaman dan menyenangkan. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut), authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran, penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara).
3. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education)
Realistic Mathematics Education (RME)dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengemabngan mateastika). Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).
4. Pembelajaran Langsung (DL, Direct Learning)
Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi).
5. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif, elaborasi (analisis), interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi, dan inkuiri
6. Problem Solving
Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin, belum dikenal cara penyelesaiannya. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola, aturan, .atau algoritma). Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas, siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan, siswa mengidentifkasi, mengeksplorasi,menginvestigasi, menduga, dan akhirnya menemukan solusi.
7. Problem Posing
Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing, yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi, yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. Sintaknya adalah: pemahaman, jalan keluar, identifikasi kekeliruan, menimalisasi tulisan-hitungan, cari alternative, menyusun soal-pertanyaan.
8. Problem Terbuka (OE, Open Ended)
Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar, diagram, table), kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa, kaitakkan dengan materi selanjutnya, siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). Sintaknya adlaha menyajikan masalah, pengorganisasian pembelajaran, perhatikan dan catat reson siswa, bimbingan dan pengarahan, membuat kesimpulan.
9. Probing-prompting
Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran, setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang, namun demikian bisa dibiasakan. Untuk mngurang kondisi tersebut, guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah, suara menyejukkan, nada lembut. Ada canda, senyum, dan tertawa, sehingga suasana menjadi nyaman, menyenangkan, dan ceria. Jangan lupa, bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, ia telah berpartisipasi
10. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning)
Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus, mulai dari eksplorasi (deskripsi), kemudian eksplanasi (empiric), dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat, eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan, dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda.
11. Reciprocal Learning
Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal, yaitu bagaimana siswa belajar, mengingat, berpikir, dan memotivasi diri. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna, merangkum, bertanya, representasi, hipotesis. Untuk mewujudkan belajar efektif, Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal, yaitu: informasi, pengarahan, berkelompok mengerjakan LKSD-modul, membaca-merangkum.
12. SAVI
Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan penndepat, dan mennaggapi; Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunbakan media dan alat peraga; dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan.
13. TGT (Teams Games Tournament)
Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. SDetelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai berikut: 1. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan mekanisme kegiatan. 2. Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. 3. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior, very good, good, medium. 4. Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. 5. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual.
14. VAK (Visualization, Auditory, Kinestetic)
Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas, dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih, mengembangkannya. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI, dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic.
15. AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition)
Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK, bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama, perluasan, pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis.
16. TAI (Team Assisted Individualy)
Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver, 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul, (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual, saling tukar jawaban, saling berbagi sehingga terjadi diskusi, (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif.
17. STAD (Student Teams Achievement Division)
STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen (4-5 orang), diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif, sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok, umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward.
18. NHT (Numbered Head Together)
NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa, tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok, presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward.
19. Jigsaw
Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. Pengarahan, iformasi bahan ajar, buat kelompok heterogen, berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok, tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu, tuiap kelompok bahan belajar sama, buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi, kembali ke kelompok aasal, pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
20. TPS (Think Pairs Share)
Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal, berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs), presentasi kelompok (share), kuis individual, buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.
21. GI (Group Investigation)
Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan, buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas, rencanakan pelaksanaan investigasi, tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas, misal mengukur tinggi pohon, mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah, jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah, banyak guru dan staf sekolah), pengoalahn data penyajian data hasi investigasi, presentasi, kuis individual, buat skor perkem\angan siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.
22. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic, elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana, identifikasi perbedaan, susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas, pilih strategi solusi
23. CPS (Creative Problem Solving)
Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan, identifikasi permasalahan dan fokus-pilih, mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi, presentasi dan diskusi.
24. TTW (Think Talk Write)
Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi, dan alternative solusi), hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian buat laopran hasil presentasi. Sinatknya adalah: informasi, kelompok (membaca-mencatatat-menandai), presentasi, diskusi, melaporkan.
25. TS-TS (Two Stay – Two Stray)
Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. Sintaknya adalah kerja kelompok, dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain, kerja kelompok, kembali ke kelompok asal, kerja kelompok, laporan kelompok.
26. CORE (Connecting, Organizing, Refleting, Extending)
Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep, (0) organisasi ide untuk memahami materi, (R) memikirkan kembali, mendalami, dan menggali, (E) mengembangkan, memperluas, menggunakan, dan menemukan.
27. SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)
Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa, yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat, dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci, Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana, darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar), Read dengan membaca teks dan cari jawabanya, Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama), dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh
28. SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review)
SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect, yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan.
29. MID (Meaningful Instructionnal Design)
Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman, analisi pengalaman, dan konsep-ide; (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar; (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep
30. KUASAI
Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini, Kerangka pikir untuk sukses, Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar, Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakan-memaknai), Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya, Ajukan pengujian pemahaman, dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar.
31. CRI (Certainly of Response Index)
CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer, 1 untuk amost guest, 2 untuk not sure, 3 untuk sure, 4 untuk almost certain, dn 5 untuk certain.
32. DLPS (Double Loop Problem Solving)
DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah, jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Sintaknya adalah: identifkasi, deteksi kausal, solusi tentative, pertimbangan solusi, analisis kausal, deteksi kausal lain, dan rencana solusi yang terpilih. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal, mengelompokkan gejala, menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi, mengidentifikasui kausal, imoplementasi solusi, identifikasi kausal utama, menemukan pilihan solusi utama, dan implementasi solusi utama.
33. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy)
DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan, penggunaan, dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Sintaksnya adalah: persiapan, pendahuluan, pengemabangan, penerapan, dan penutup.
34. CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition)
Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang, guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar, siswa bekerja sama (membaca bergantian, menemukan kata kunci, memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya, presentasi hasil kelompok, refleksi.
35. IOC (Inside Outside Circle)
IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar, separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam, siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan, siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya, dan seterusnya
36. Tari Bambu
Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama, siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan, siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya, dan kembali berbagai informasi.
37. Artikulasi
Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi, sajian materi, bentuk kelompok berpasangan sebangku, salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian, presentasi di depan hasil diskusinya, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan.
38. Debate
Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan, siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok, sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian, guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu.
39. Role Playing
Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran, menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut, pembentukan kelompok siswa, penyampaian kompetensi, menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya, kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon, presentasi hasil kelompok, bimbingan penimpoulan dan refleksi.
40. Talking Stick
Sintak pembelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat, sajian materi pokok, siswa mebaca materi lengkap pada wacana, guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru, tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya, guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi.
41. Snowball Throwing
Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum, membentuk kelompok, pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok, bekerja kelompok, tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain, kelompok lain menjawab secara bergantian, penyuimpulan, refleksi dan evaluasi
42. Student Facilitator and Explaining
Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian materi, siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya, kesimpulan dan evaluasi, refleksi.
43. Course Review Horay
Langkah-langkahnya: informasi kompetensi, sajian materi, tanya jawab untuk pemantapan, siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak, guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak, siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya, pemberian reward, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
44. Demostration
Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. Langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian gambaran umum materi bahan ajar, membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok, menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya, dikusi kelas, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
45. Explicit Instruction
Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural, langkah demi langkah bertahap. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi, mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural, membimbing pelatihan-penerapan, mengecek pemahaman dan balikan, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
46. Scramble
Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar, buat kartu jawaban dengan diacak nomornya, sajikan materi, membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban, siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok.
47. Pair Checks
Siswa berkelompok berpasangan sebangku, salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan, pengecekan kebenaran jawaban, bertukar peran, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
48. Make-A Match
Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya, setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpul lagi dan dikocok, untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
49. Mind Mapping
Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereviu pengetahuan awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi, sajian permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatif jawaban, presentasi hasuil diskusi kelompok, siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap kelompok, evaluasi dan refleksi.
50. Examples Non Examples
Persiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi, sajikan gambar ditempel atau pakai OHP, dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, valuasi dan refleksi.
51. Picture and Picture
Sajian informasi kompetensi, sajian materi, perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi, siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik, guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.
52. Cooperative Script
Buat kelompok berpasangan sebangku, bagikan wacana materi bahan ajar, siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman, sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi, bertukar peran, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.
53. LAPS-Heuristik
Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya, adakah alternative, apakah bermanfaat, apakah solusinya, dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Sintaks: pemahaman masalah, rencana, solusi, dan pengecekan.
54. Improve
Improve singkatan dari Introducing new concept, Metakognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulty, Obtaining mastery, Verivication, Enrichment. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep, siswa latian dan bertanya, balikan-perbnaikan-pengayaan-interaksi.
55. Generatif
generatif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi, pengungkapan ide-konsep awal, tantangan dan restruturisasi sajiankonsep, aplikasi, ranguman, evaluasi, dan refleksi
56. Circuit Learning
Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus, siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus, Tanya jawab dan refleksi
57. Complette Sentence
Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap, sampaikan kompetensi, siswa ditugaskan membaca wacana, guru membentuk kelompok, LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap, siswa berkelompok melengkapi, presentasi.
58. Concept Sentence
Prosedurnya adalah poenyampaian kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar, tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci, presentasi.
59. Time Token
Model ini digunakan (Arebds, 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi, tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit), siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon, setelah selesai kupon dikembalikan.
60. Take and Give
Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks, siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa - bahan belajar - dan nama yang diberi, informasikan kompetensi, sajian materi, pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu, dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian, evaluasi dan refleksi
61. Superitem
Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks, berupa opemecahan masalah. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi, berikan latihan soal bertingkat, berikan sal tes bentuk super item, yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi, integrasi, dan hipotesis.
62. Hibrid Model
hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori, koperatif-inkuiri-solusi-workshop, virtual workshop menggunakan computer-internet.
63. Treffinger
Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan, penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill, proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya, kelompok-kerjasama, kebebasan-terbuka, reward
64. Kumon
Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep, ketrampilan, kerja individual, dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. Sintaksnya adalah: sajian konsep, latihan, tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai, jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi, lima kali salah guru membimbing.
65. Quantum
Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Guru harus menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna, semua mempunyai tujuan, konsep harus dialami, tiap usaha siswa diberi reward. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak, alami-dengan dunia realitas siswa, namai-buat generalisasi sampai konsep, demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi, ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman, dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. Baca Selengkapnya…
Thursday, September 11, 2014
Tata Cara Penilaian Penetapan Angka Kredit Guru 2013
Tata cara penilaian Penetapan Angka Kredit Guru yang diberlakukan mulai 1 Januari 2013 secara fokus dapat merujuk pada Pasal 11 Peraturan Menteri Negara Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/16/M.PAN-RB/11/2009 Tentang Jabatan fungsional guru dan Angka Kreditnya. Berikut dijelaskan beberapa unsur dan sub unsur kegiatan Guru yang dinilai angka kreditnya adalah sebagai berikut:
a. Pendidikan, meliputi:
1. Pendidikan formal dan memperoleh gelar/Ijazah; dan
2. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Prajabatan dan memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPL) prajabatan atau sertifikat termasuk program induksi.
b. Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu ( Penilaian Kinerja Guru/PKG) , meliputi:
1. Melaksanakan proses pembelajaran, bagi Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran.
2. Melaksanakan proses bimbingan, bagi Guru Bimbingan dan Konseling.
3. Melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
c. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) , meliputi:
1. Pengembangan diri
a) Mengikuti diklat fungsional.
b) Melaksanakan kegiatan kolektif Guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian Guru.
2. Publikasi Ilmiah
a) Membuat publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal.
b) Membuat publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman Guru.
3. Karya Inovatif
a) Menemukan teknologi tepat guna.
b) Menemukan/menciptakan karya seni.
c) Membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum.
d) Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya.
d. Penunjang tugas Guru, meliputi:
1. Memperoleh gelar/Ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya.
2. Memperoleh penghargaan/tanda jasa.
3. Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas Guru antara lain:
a) Menjadi organisasi profesi/kepramukaan
b) Menjadi tim penilai angka kredit
c) Menjadi tutor/pelatih/instruktur
Untuk mengetahui cara pengisian lebih lanjut silahkan unduh Buku Pedoman Pengisian PAK, berikut
UNDUH
Baca Selengkapnya…
Thursday, November 22, 2012
Kisi-kisi SKL UAN 2012/2013
Kisi-kisi tersebut hendaknya dijadikan acuan bagi siswa dalam mempersiapkan diri untuk mendalami lagi materi-materi yang diujikan dalam Ujian Nasional tahun ini.
Adapun Kisi-kisi SKL Ujian Nasional tahun 2012/2013 dapat diunduh langsung pada situs BSNP
Bagi yang ingin mengunduh secara langsung dapat mengunduh pada tautan berikut: "Download Kisi-kisi SKL UN 2012/2013", di sini Baca Selengkapnya…
Monday, October 8, 2012
Kumpulan Software Kimia
Pada halaman ini saya memposting ulasan dan link ke program kimia freeware yang tersedia untuk di-download di situs lain di internet. Semua program yang bahwa saya telah digunakan, atau gunakan saat ini.
Tidak ada-yang-kurang, saya mengambil responsiblity ada untuk setiap
masalah yang mungkin Anda alami sebagai akibat dari menginstal salah
satu aplikasi. Kecuali dinyatakan lain, program adalah untuk sistem Windows.
Diterjemahkan dari : http://www.sciencegeek.net/Chemistry/chemware/chemware.shtml
Friday, October 5, 2012
Pengelolaan Praktikum Siswa
Pendekatan ini menekankan pada pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan hasilnya. Metode pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan ini antara lain metode praktikum, eksperimen, demonstrasi, dan diskusi. Dengan pendekatan dan metode-metode ini diharapkan siswa dapat mengetahui bagaimana suatu konsep ditemukan.
Untuk dapat melaksanakan kegiatan praktikum bagi siswa SMA diperlukan kesiapan dan kerjasama yang baik antara sumber daya manusia yang terlibat yaitu kepala laboratorium, laboran, pengampu praktikum, dan siswa. Selain itu sarana prasarana seperti ruang laboratorium, peralatan praktikum, bahan praktikum, dan petunjuk praktikum juga harus siap.
Kegiatan Praktikum
- Merencanakan dan melaksanakan kerja laboratorium dengan menggunakan fasilitas laboratorium secara efektif.
- Mengembangkan keterampilan pengamatan, manipulasi, instrumentasi, dan preparatif.
- Memperoleh pengetahuan kimia.
- Merangsang pikiran dengan menafsirkan eksperimen.
- Mengenal ketelitian dan keterbatasan kerja laboratorium.
- Merekam secara cermat dan mengkomunikasikan hasil secara jelas.
- Mengembangkan tanggung jawab perorangan dan reliabilitas dalam pelaksanaan eksperimen.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan praktikum di laboratorium kimia antara lain:
- Terlaksananya aturan-aturan dalam tata tertib praktikum, antara lain: pemakaian jas praktikum (semua kancing jas dikancingkan), pemakaian sepatu yang menutupi jari kaki, dll.
- Sebelum melaksanakan praktikum, siswa (praktikan) wajib meminjam alat kepada laboran (petugas laboratorium) dengan mengisi form/bon peminjaman alat dan meninggalkan identitas diri (kartu pelajar) di ruang peminjaman alat. Hal ini bertujuan untuk memantau kerusakan alat yang dipinjam praktikan.
- Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan praktikum.
- Pengembalian alat. Alat yang dikembalikan kepada laboran harus dalam keadaan bersih dan tidak rusak. Apabila rusak (misalnya alat gelas yang dipinjam rusak), praktikan wajib mengganti dengan barang dan spesifikasi yang sama. Hal ini bertujuan untuk mendidik praktikan agar bekerja dengan hati-hati.
Laporan disusun setelah selesainya pelaksanaan praktikum dan ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menggunakan kalimat pasif untuk prosedur kerja. Pembuatan laporan praktikum dapat dilakukan dalam bentuk laporan ataupun lembar kerja siswa.
Contoh sistematika laporan resmi adalah:
- Judul Percobaan
- Tujuan Percobaan
- Landasan Teori
- Metoda Percobaan
- Hasil dan Pembahasan
- Kesimpulan
- Daftar Pustaka
Wednesday, October 3, 2012
Software Kalkulator Kimia
Menghitung berat molekul dari setiap rumus kimia, mudah digunakan dan akurat, diembed di dalam tabel periodik untuk menyisipkan tabel fromperiodic elements mudah, untuk mahasiswa, ahli kimia, ilmuwan, guru dan analis.
Features: Molecular Weight Calculator 1.0
Molecular Weight Calculator 1.0
• Easy to use molecular weight calculator
• Calculate molecular weight or molar mass of any chemical formula
• Insert elements from an embedded periodic table
Compatible with
Microsoft Windows 2000, XP, Vista, 7
Sumber : http://flashfisika.blogspot.com/ Baca Selengkapnya…
Tuesday, October 2, 2012
Ebook Kimia Sakti
Ebook Sakti Kimia SMA ini merupakan sebuah ebook luar biasa lengkap yang bisa di gunakan untuk para siswa maupun guru kimia, ditulis secara padat singkat dan sangat lugas, sehingga sangat mudah untuk di pelajari dan di mengerti (semoga)
Ebook Sakti Kimia SMA ini berisi rangkuman semua materi maupun rumus - rumus kimia dari kelas X SMA, XI SMA maupun kelas XII SMA, yang mampu di kemas dalam 44 halaman saja.
Ebook Sakti Kimia SMA ini juga berisi ratusan soal-soal yang bisa di jadikan sarana latihan untuk ulangan harian - ujian kenaikan kelas maupun untuk menghadapai Ujian Nasional dan Seleksi penerimaan Mahasiswa Baru.
Ebook Sakti Kimia SMA ini di bagikan secara cuma-cuma alias GRATIS : ) , dan semoga Ebook ini bisa berguna bagi siapa Saja.
Adapun Isi dari Ebook SAkti Kimia SMA ini adalah
1. STOIKIOMETRI
1.1 Konsep Mol
1.2 Rumus Kimia
1.3 Hukum Proust
1.4 Persamaan Reaksi
1.5 Hukum-hukum Gas
2. STRUKTUR ATOM, SISTEM PERIODIK, IKATAN KIMIA
2.1 Partikel-partikel Atom
2.2 Konfigurasi Elektron
2.3 Bilangan Kuantum
2.4 Periode dan Golongan
2.5 Sifat-sifat Periodik
2.6 Ikatan Ion dan Kovalen
2.7 Kepolaran Ikatan
2.8 Ikatan Hidrogen
3. TERMOKIMIA DAN LAJU REAKSI
3.1 Perubahan Entalpi
3.2 Entalpi Pembentukan dan Pembakaran
3.3 Energi Ikat
3.4 Laju Reaksi
3.5 Orde Reaksi
4. KESETIMBANGAN KIMIA
4.1 Tetapan Kesetimbangan Kc
4.2 Tetapan Kesetimbangan Kp
4.3 Pergeseran Kesetimbangan
5. LARUTAN 5.1 SATUAN-SATUAN KONSENTRASI
5.2 Jenis Zat Terlarut
5.3 Sifat Koligatif
5.4 pH Larutan
5.5 Hasil Kali Kelarutan
5.6 Teori Bronsted-Lowry
6. REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA
6.1 Reaksi Redoks
6.2 Deret Volta dan Potensial
6.3 Sel Elektrokimia
6.4 Hukum Faraday
7. KIMIA UNSUR
7.1 Halogen
7.2 Alkali
7.3 Alkali Tanah
7.4 Periode ke tiga
7.5 Logam Transisi
7.6 Oksigen
8. KIMIA ORGANIK
8.1 HidroKarbon
8.2 Gugus Fungsi
8.3 Jenis-jenis Isomer
8.4 Reaksi Organik
8.5 Senyawa Aromatik
8.6 Karbohidrat
8.7 Amina dan Asam Amino
8.8 Polimerisasi
9. KIMIA INTI, KIMIA KOLOID, KIMIA LINGKUNGAN
9.1 Kimia Inti
9.2 Kimia Koloid
9.3 Kimia Lingkungan
Download Ebook Kimia Sakti di sini (4shared)
Sumber : http://www.duniaedukasi.net/2010/10/download-ebook-kimia-sakti-sma-gratis.html
Baca Selengkapnya…
Download ChemDraw Ultra Gratis (keygen)
Software lama yang sangat bermanfaat, khususnya bagi kita yang keseharian makan kimia (maksud saya berkecimpung di bidang kimia).
Program gratis ini dapat digunakan untuk menggambar berbagi bentuk/ rumus molekul senyawa. Jadi, kita tidak repot menggambar di Word yang super jlimet (rumit). Tentu saja yang paling membantu adalah kita bisa copas hasil gambar kita ke Word, bahkan bisa diedit juga.
Cara mengoperasikan program ini cukup mudah, semudah kita menggunakan program Word. Beberapa menu juga cukup familiar bagi kita.
Setelah saya cek ke situs resmi software ini, sepertinya sudah ada yang versi yang paling baru. Jadi kalo pengen silahkan aja jalan-jalan ke situs resmi-nya di sini. Kalo koleksi saya ini cuman versi 7, sudah ketinggalan jauh dengan yang sekarang ada.
Tapi kalo tetap mau mengunduh, silahkan aja unduh di ziddu atau klik di sini Size 47 Mb Baca Selengkapnya…
Thursday, September 6, 2012
Mendikbud: 2013, UN Akan Lebih Sulit
"Selama ini, komposisi soal UN terdiri atas 10 persen soal mudah, 80 persen soal dengan tingkat kesulitan sedang, dan 10 persen soal sulit. Ke depan, komposisinya akan diubah," katanya, di Semarang, Selasa.
Ia mengatakan, ada dua skenario yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas UN, yakni dengan meningkatkan derajat kesulitan soal atau dengan menaikkan standar kelulusan UN.
"Standar kelulusan UN selama ini, rata-rata kan minimal 5,5, tetapi boleh ada angka 4. Karena itu, perlu dinaikkan, misalnya dari 5,5 menjadi 6. Namun, yang lebih mungkin diambil menaikkan derajat kesulitan soal," katanya.
Selain itu, kata Mendikbud, mekanisme penyelenggaraan UN juga akan diperketat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan UN, terutama dengan menambah paket soal UN jenjang sekolah menengah dari yang selama ini ditetapkan.
"Selama ini, soal UN untuk sekolah menengah kan dibagi dalam lima paket soal. Saya bilang, tahun depan minimal harus 10-20 paket atau varian soalnya agar satu kelas gak ono sing podho (tidak ada yang sama)," katanya.
Menurut Nuh, tingkat kelulusan UN memang meningkat dan kejadian menyontek terus turun. Jika setiap siswa mengerjakan paket soal yang berbeda, maka akan lebih memperkecil kemungkinan adanya kecurangan-kecurangan.
“Tapi, untuk meningkatkan proses kejujuran siswa dalam mengerjakan soal, harus terus dilakukan pembenahan,” tambah Nuh.
Sementara itu, pengamat pendidikan dan kebudayaan dari UGM, Prof Djoko Suryo menilai, semakin banyak variasi soal, akan semakin meredam aksi penjual bocoran soal. Namun, perubahan dari 5 variasi soal menjadi 20 varian memerlukan kajian tersendiri agar tidak menjadi beban negatif aspek lainnya.
Pemerintah juga harus memperbaiki kinerja panitia pembuat soal, mengingat selama ini masih banyak soal yang salah ketika dibagikan ke peserta ujian. “Jumlah tenaga pembuat soal harus ditambah, dan ini menyangkut biaya lebih besar,” kata dia.
Tahun ini angka kelulusan siswa tingkat sekolah menengah atas dan madrasah aliyah mencapai 99,5 persen dari 1,52 juta peserta UN. Adapun tingkat kelulusan siswa sekolah menengah kejuruan mencapai 99,7 persen dari 1,03 juta peserta UN. Tahun ini tingkat ketidaklulusan lebih rendah dibanding tahun lalu, yang mencapai 7,19 persen atau 67.935 siswa tidak lulus.
M. Nuh mengaku senang ada dinamika yang berjalan dengan baik dalam dunia pendidikan jika melihat perkembangan hasil UN dari tahun ke tahun. Dinamika itu dapat dilihat dari kenyataan bahwa dua tahun lalu hasil terbaik UN berturut-turut dipegang oleh Provinsi Bali, tapi sekarang yang terbaik dipegang oleh Provinsi Jawa Timur.
Sumber: http://esq-news.com/2012/berita/06/05/mendikbud-2013-un-akan-lebih-sulit.html Baca Selengkapnya…
Thursday, May 12, 2011
Tahun Internasional Kimia 2011
Kabar gembira buat semua pecinta kimia, karena dua tahun mendatang tepatnya tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 (International Year of Chemistry – IYC 2011 – Our Life , Our Future). Gagasan Tahun Internasional Kimia 2011 ini pertama kali dicanangkan pada bulan Agustus 2007 pada pertemuan umum The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) di Turin Italia.Sumber : http://www.chem-is-try.org Baca Selengkapnya…
Sunday, April 3, 2011
CHEMISTRY SCIENCE DAY FMIPA UNY
Ana Puji Lestari dan Tri Eva Lestari (Sma N 1 Kembang, Jepara)
Juara I LKTI
lmu kimia dalam pandangan masyarakat merupakan salah satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam yang dianggap sulit, sehingga orang lebih baik menghindarkan diri untuk mempelajarinya. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang bersifat teoritis, monoton, dan biasanya tanpa menggunakan media untuk mempermudah penyampaian materi pembelajaran tersebut. Kondisi pembelajaran di atas mengakibatkan pelajaran kimia menjadi suatu pelajaran yang tidak disenangi oleh sebagian siswa SMA/SMK/MA. Tentu saja hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap perkembangan ilmu kimia di Indonesia, karena peranan ilmu kimia yang begitu penting dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam yang juga akan mempengaruhi pembangunan di negara ini. Untuk meningkatkan motivasi belajar kimia dan menumbuhkan minat siswa dalam mata pelajaran kimia dan mengenalkan kimia kepada masyarakat, himpunan mahasiswa jurusan pendidikan kimia FMIPA UNY menyelenggarakan Chemistry Science Day di Ruang Seminar FMIPA UNY baru-baru ini. Kegiatan ini meliputi Liga Kimia dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) bagi siswa SMA/SMK/MA se – DIY Jateng.
Dibuka oleh Pembantu Rektor I UNY Prof. Dr. Nurfina Aznam, Apt, SU, liga kimia diikuti oleh lebih dari 60 siswa dan guru pendampingnya. Sementara siswa bertanding guru pendamping diberikan workshop tentang kimia dan seluk beluknya oleh dosen jurusan pendidikan kimia yaitu Prof. KH Sugiyarto, Ph.D dan Dr. Elly Rohaeti. Adapun juara I Liga Kimia adalah Daru Setyawan, Fauzi Pratama, dan DK Tirta Aji dari SMA Taruna Nusantara Magelang, juara II M. Luqman, Linda Nurmala Fitri dan Natal Bagus Jalu Buana dari SMAN 1 Magelang dan juara III Christian Darmabrata, Robertosan Hastapustaka dan Ng. Daniel Sumardi dari SMA De Britto Yogyakarta. Sedangkan LKTI dimenangkan oleh Ana Puji Lestari dan Tri Eva Lestari dari SMAN 1 Kembang Jepara dengan judul ”Pemanfaatan serbuk gergaji dan tempurung kelapa di Kabupaten Jepara sebagai bahan pembuatan briket”. Sedangkan juara kedua diraih Mutiara Annisa, Hesty Aulia P dan Rizki Khoirun N dari SMAN 1 Magelang dengan judul ”Pemanfaatan glikosida flavonoid tanaman ceplukan untuk menurunkan gula darah pada penyakit diabetes melitus” dan juara ketiga Sarah Rizky W, Uli Marta dan Arinda Putri P dari SMAN 1 Magelang dengan makalah berjudul ”Bioetanol dari fermentasi ubi kayu komoditas lokal”
Baca Selengkapnya…
Wednesday, January 5, 2011
Menghafal Unsur Golongan Utama

Kebanyakan siswa kesulitan dalam menghafalkan Tabel Periodik Unsur (SPU). Berikut ini saya coba posting cara menghafalkan unsur-unsur golongan utama. Semoga dapat bermanfaat bagi peserta didik
Golongan IA, anggotanya Litium, Natrium, Kalium, Rubidium, Cesium, Fransium
Golongan IIA, anggotanya Berilium, Magnesium, Kalsium, Stronsium, Barium, Radium
Golongan IIIA, anggotanya Boron, Aluminium, Galium, Indium, Talium
Golongan IVA, anggotanya Karbon, Silikon, Germanium, Timah, Timbal
Golongan VA, anggotanya Nitrogen, Posfor, Arsen, Antimon, Bismut
Golongan VIA, anggotanya Oksigen, Sulfur, Selenium, Telurium, Polonium
Golongan VIIA, anggotanya Fluorin, Klorin, Bromin, Iodin, Astatin
Golongan VIIIA, anggotanya Helium, Neon, Argon, Kripton, Xenon, Radon
Baca Selengkapnya…
Download Soal UN Kimia
Banyak siswa merasa kesulitan dalam mendapatkan soal-soal latihan dalam menghadapi Ujian Nasional. Padahal dengan memperbanyak latihan soal adalah salah satu kunci sukses dalam menghadapi Ujian Nasional tersebut. Berdasarkan dari faktor di atas saya coba memposting beberapa kumpulan soal UN beberapa tahun yang lalu dengan tujuan siswa dapat dengan mudah mendapatkan soal.
Berikut ini kumpulan soal UN dari beberapa tahun ke belakang, silahkan download (free):
- tahun 2001
- tahun 2002
- tahun 2003
- tahun 2004
- tahun 2005
- tahun 2006
- tahun 2007
- tahun 2008 (A dan B)
- tahun 2009
- tahun 2010
- tahun 2011 (p-12, p-25, p-39, p-46, dan p-54)
Tuesday, January 4, 2011
Software Pembelajaran Kimia
Berikut adalah beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk mendukung pembelajaran kimia. Diberikan sedikit paparan dan tautan untuk menuju sumber utamanya sehingga bisa di-download di komputer. Banyaknya aplikasi visualisasi molekul ini tentu menjadikan kita punya banyak pilihan disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing pengguna.
* JMol (Platform : Windows, Linux, Mac)
Jmol ini gratis, merupakan penampil strukutur molekul tiga dimensi (molecule viewer) yang dapat digukan secara bebas oleh siapapun yang menekuni bidang kimia dan biokimia. Aplikasi ini merupakan cross-platform, berjalan di sistem operasi Windows, Mac OS X, dan Linux / Unix. Fitur yang dimilikinya di antaranya membaca berbagai jenis file dan output dari program kimia kuantum, dan animasi file multi-frame. JmolApplet adalah applet web browser yang dapat diintegrasikan ke dalam halaman situs. Aplikasi Jmol adalah aplikasi Java standalone yang berjalan di desktop. JmolViewer merupakan seperangkat alat yang dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi Java lainnya.
Untuk menggunakannya silahkan download dan ekstrak file downlad-annya. Klik file Jmol.jar (di PC mestinya tersedia Javaruntime terlebih dahulu). Buka file yang support untuk dibuka dengan Jmol.
* ACD/ChemSketch Freeware (Platform : Windows, Linux)
Chemsketch adalah software grafis untuk menggambar hal yang ada hubungannya dengan kimia . Bisa menggambar secara manual atau menggunakan templet yang disediakan. Klik dan gambar molekul, ion, stereobonds, teks, poligon, panah, serta perlengkapan laboratorium, dll termasuk menentukan secara otomatis massa suatu atom atau molekul. Kita juga dapat memperkirakan densitas, indeks bias, volume molar, dll. Selain itu dari ACDLabs juga menawarkan beberapa download gratis untuk utilitas yang dapat dipergunakan dalam ChemSketch sehingga lebih powerfull.
Untuk dapat mendownload software ini diperlukan registrasi (sebentar hanya memasukan beberapa data alamat email dan lain-lain). Setelelah download lakukan instalasi sebagaimana biasa dan siap untuk digunakan.
* Molegro Molecular Viewer (Platform: Windows, Linux, dan Mac OS X)
Sumber http://ahsystemsgroup.com
Aplikasi gratis dengan multiplatform yang digunakan untuk visualisasi molekul dalam format PDB, SDF, Mol2, dan MVDML. Fiturnya meliputi pembuatan molekul secara otomatis, visualisasi permukaan molekul dan backbone.
Ukuran file untuk windows sebesar 5,52 MB
Ukuran file untuk windows sebesar 9,41 MB
Untuk MacOSX saya belum coba, menungggu untuk punya MacOSX dahulu, bagi yang mau menyumbangkan Mac-nya untuk saya, dengan senang hati saya menerimanya :) .
Untuk file-file dengan ekstensi pdb, bisa dibuat sendiri dengan aplikasi di atas atau men-download-nya dari elchem.kaist.ac.kr. Model molekul yang tersedia di situs ini adalah molekul-molekul organik dari yang paling sederhana hingga yang cukup kompleks.
* Symyx Chime dan Symyx Draw (Platform: Windows dan MacOSX, Linux belum tersedia)
Sumber http://blog.goo.ne.jp/
Kedua aplikasi ini gratis (no fee) siapapun boleh mengunduhnya dan memakainya secara cuma-cuma. Sebelum mengunduhnya diharuskan melakukan registrasi dengan mengisikan beberapa data yang empunya situs perlukan. Sayang untuk platform linux belum tersedia jadi mesti menggunakan Wine agar bisa menjalankannya di linux. Kedua software ini saling melengkapi sehingga kita bisa memanfaatkannya dalam program pengajaran di kelas untuk mata pelajaran kimia.
Symyx Chime versi 2.6 SP8 berformat zip berukuran 3,9 MB. Chime merupakan plug-in yang secara interaktif menampilkan molekul 2D (dua dimensi) dan 3D (tiga dimensi) langsung di halaman Web. Kita juga dapat memutar, memformat, dan menyimpan molekul untuk digunakan dalam program lain.
Symyx Draw versi 3.3 berukuran cukup besar dalam format zip (66 MB). Dengan aplikasi ini kita bisa menyisipkan model molekul yang kita buat ke dalam halaman situs, dokumen, spreadsheet maupun presentasi.
* Kalzium (Platform: Linux)
Kalzium adalah nama sebuah software (open source software - OSS) yang memanfaatkan tabel periodik untuk mengeksplorasi setiap unsur. Tapi ternyata tidak sekedar tabel periodik biasa, lebih dari sekedar tabel periodik. Kalzium berasal dari bahasa Jerman dari kata kalsium. Saat ini Kalzium sampai di versi Hidrogen. Untuk diketahui semenjak Kalzium menjadi aplikasi standalone ia versinya akan dinamai dengan urutan nama unsur dalam tabel periodik.Materi-materi pelajaran kimia, baik di kelas 10, kelas 11 IPA, maupun kelas 12 IPA bab-bab tertentu sangatlah tepat memanfaatkan kehebatan Kalzium. Tentu ini hanya merupakan alternatif dalam penggunaan media pembelajaran. Sampai saat ini Kalzium belum mendukung untuk sitem operasi Windows. Hanya bisa berjalan untuk sistem operasi Linux. Oleh karena itu di sarankan pengguna yang ingin mencobanya sebaiknya meningstall sistem operasi Linux, gratis dan halal. Silahkan pilih distro yang disukai.
* MarvinSketch (Platform: Windows, Linux, MacOS)
Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari MarvinSketch untuk pengajaran kimia. Gambar dan animasi molekul dapat dibuat dengan mudah. Selanjutnya dapat disisipkan dalam media pembelajaran kimia. Tutorial berupa video untuk mengefektifkan MarvinSkecth dapat dilihat atau diunduh dari sini. MarvinSketch adalah software kimia hanya untuk visualisasi rumus struktur kimia yang gratis, bisa dijalankan di sistem operasi Windows dan Linux juga MacOS. Mau mencicipinya silahkan unduh dari web ChemAxon ini. sumber : http://urip.wordpress.com/software-kimia-gratis/
Baca Selengkapnya…
Media Pembelajaran Kimia
Ilmu kimia merupakan ilmu yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan eksperimen yang mencari jawaban atas pertanyaan apa,mengapa dan bagaimana gejala alam, khususnya yang berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, transformasi dinamika, dan energenetika zat yang melibatkan keterampilan dan penalaran. Ilmu kimia merupakan produk temuan sains dan proses.Oleh sebab itulah dalam penilaian dan pembelajaran kimia harus memperhatikan karakteristik ilmu kimia sebagai produk dan proses. Dirasakan oleh para pendidik, banyak siswa yang kurang berminat pada pelajaran kimia. Ilmu kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sebagai pelajaran yang “sulit“. Apabila anggapan tersebut terus melekat, maka akan berakibat pada penurunan hasil belajar. Bertolak dari sulitnya mengajarkan kimia khususnya pada topik-topik yang abstrak mendorong saya untuk sedikit sharing alternatif cara mengajar kimia sehingga mampu menumbuhkan minat siswa untuk belajar kimia yaitu melalui model-model pembelajaran kimia berbasis animasi flash.
Adapun contoh-contoh media pembelajaran tersebut dapat rekan-rekan dapatkan pada tautan berikut:
1. Asam dan Alkali
2. Struktur Atom
3. Atom dan Tabel Periodik
4. Ikatan Ionik
5. Ikatan Kovalen
6. Laju Reaksi 1
7. Laju Reaksi 2
8. Laju Reaksi 3
Baca Selengkapnya…
Monday, December 20, 2010
Buku Sekolah Elektronik
Bagi anak-anakku semuanya, mohon di sela waktu kamu bermain facebook, sempatkanlah mengunjungi situs berikut:
http://bse.kemdiknas.go.id/
Di sana kalian dapat mendownload buku sekolah gratis, yang tentunya sangat bermanfaat dalam menunjang belajar kalian
Baca Selengkapnya…







