Monday, August 8, 2011

Justus von Liebig

Nama pendingin Liebig diambil dari nama seorang ahli kimia organik Jerman abad ke-19, Justus von Liebig (1803-1873). Pendingin yang biasa digunakan untuk skala laboratorium ini terdiri dari dua tabung – tabung bagian dalam merupakan tabung yang dilalui uap panas yang akan dikondensasikan dan tabung bagian luar berperan sebagai jaket pendingin yang dialiri air dingin secara terus-menerus. Dengan demikian air dapat menyerap panas yang lebih banyak. Sirkulasi air yang konstan dalam jaket akan menjaga temperatur pendingin selalu konstan.

Telah diketahui lebih dari satu abad bahwa Liebig bukanlah penemu sebenarnya dari peralatan laboratorium sederhana ini. Pada awal 1896, George Kalhbaum mencatat bahwa pendingin seperti ini dipakai pertama kali pada 1771 oleh seorang ahli kimia Jerman yang bernama Chsistian Ehrenfried Weigel (1748-1831), jauh sebelum Liebig memakainya. Beberapa tahun kemudian Max Speter menambahkan dua orang yang juga dianggap sebagai penemu alat ini. Keduanya bekerja secara terpisah, yaitu P. J. Poisonnier dari Perancis pada tahun 1779 dan ahli kimia Finlandia Johan Gadolin (1760-1852) pada tahun 1791.



Pada desain asli dari Weigel, batas diantara tabung bagian dalam dan bagian luar pada pendingin air ini terbuat dari timah atau seng, dan tabung distilasi gelas berada di dalam tabung logam bagian dalam sehingga tidak mengalami kontak langsung dengan air pendingin. Beberapa pengembangan terhadap desain Weigel ini dilakukan oleh seorang ahli farmasi Jerman Johann Göttling (1755-1809) pada tahun 1794, dan oleh Liebig pada 1843. Liebig menghilangkan tabung logam bagian dalam dan meruncingkan ujung jaket pendingin sehingga tabung gelas distilasi dapat ditempelkan secara langsung pada jaket logam bagian luar dengan sumbat atau karet. Dengan desain ini tabung distilasi dapat mengalami kontak secara langsung dengan air pendingin.

Banyak ahli kimia dan ahli farmasi yang belajar dari Liebig, dan diantara mereka banyak yang baru pertama kali memakai pendingin ini di laboratorium Liebig di Giessen dan Munich, sehingga tidaklah mengherankan jika nama Liebig lebih dikenal daripada penemu aslinya. Kesalahan identifikasi terhadap peralatan ini telah terjadi dalam literatur kimia pada tahun 1840an. Meskipun dalam sejarah distilasi disampaikan pendingin asli yang benar, namun identifikasinya terhadap Liebig telah ada dalam artikel-artikel yang terkenal dan dalam sejarah kimia. Oleh karena itu, hingga sekarang kita mengenal peralatan ini sebagai pendingin Liebig.

Sumber : “The Origin of the Liebig Condenser” oleh William W. Jensen, Journal of Chemical Education, Vol. 83 (2006) hal. 23.

Baca Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment