Wednesday, September 16, 2015

Pelapisan Logam dengan Krom

Lapis listrik (electroplating) adalah suatu proses pengendapan logam pada permukaan suatu logam atau non logam (benda kerja), secara elektrolisa. Endapan yang terjadi bersifat adhesif terhadap logam dasar. Dalam teknologi pengerjaan logam, proses lapis listrik termasuk ke dalam proses pengerjaan akhir (metal finishing). Adapun fungsi dari pelapisan logam adalah sebagai berikut :
  1. Memperbaiki penampilan (dekoratif) Misalnya : pelapisan emas, perak, kuningan, dan tembaga. 
  2. Melindungi logam dari korosi, yaitu; Melindungi logam dasar dengan logam yang lebih mulia, misalnya : pelapisan platina, emas dan baja. Melindung logam dasar dengan logam yang kurang mulia, misalnya pelapisan seng pada baja 
  3. Meningkatkan ketahanan produk terhadap gesekan (abrasi), misalnya pelapisan chromium keras.
  4. Memperbaiki kehalusan atau bentuk permukaan dan toleransi logam dasar, misalnya : pelapisan nikel, cromium. Sifat –sifat pelapisan krom dekoratif Warna putih kebiruan Reflektifitas tinggi Resistan kusam / pudar yang baik Resistan karat ekselen Tahan gores ekselen
Sifat –sifat pelapisan krom dekoratif
Warna putih kebiruan
Reflektifitas tinggi
Resistan kusam / pudar yang baik
Resistan karat ekselen
Tahan gores ekselen



Benda kerja pelapisan krom
  • Baja (bemper mobil, asesoris kendraan, peralatan rumah tangga, perangkat olahraga)
  • Seng berbasis logam cor celup (gagang pintu, perangkat pembakaran ) · 
  • Plastik ABS polypropilene, polisufone (asesori kendaraan, perangkat RT, pipa) · 
  • almunium (asesori kendaraan, perangkat dapur) · 
  • kuningan (perunggu, perangkat kelautan, pipa) · 
  • stainless steel (penutup kawat, asesori kendaraan) · 
  • besi


Anoda dihubungkan dengan kutub positif dari sumber arus listrik .Katoda dihubungkan dengan kutub negatif dari sumber arus listrik .Anoda dan katoda direndam dalam larutan elektrolit. Jika arus listrk dialirkan maka pada katoda akan terjadi endapan (pelapisan logam).

PERALATAN LAPISAN LISTRIK

1. Rectifier 
Rectifier merupakan peralatan utama dalam proses pelapisan secara eletronik yang berfungsi sebagai sumber arus searah (DC) dan penurun tegangan. Pada saat sekarang ini rectifier sudah cukup efisien karena amper meter dan tahanan variabel berbentuk kesatuan dalam rectifier. Ada dua macam rectifier yang banyak digunakan industri - industri lapis listrik. yaitu: rectiafier selenium dan rectifier slikon

2. B a k dan bahan kimia
Bak diperlukan untuk menampung atau tempat larutan elektrolit, larutan pencuci dan air pembilas. Bahan bak tergantung pada larutan yang ditampungnya dan diutamakan tahan terhadap akan terjadinya pengkaratan serta tahan pada suhu tertentu. Biasanya bahan bak terbuat dari baja yang bagian dalamnya di lapisi plastik, karet, FRT (glasfiber Remforced Polyster resin) atau semua terbuat dari PVC (Polyvinil Chloride Resin).

3. Rak atau Barrel
Rak atau barrel berfungsi sebagai tempat barang yang akan dilapisi (katoda). Barrel biasanya digunakan untuk produk ukuran kecil, misalnya: baut, mur dan lain-lain. Bentuk dan ukuran barrel ini telah mempunyai standar tertentu sesuai dengan kapasitas barang yang akan dilapis. Adapun rak biasanya digunakan untuk produk-produk berukuran besar dan bentuknya tergantung pada barang yang akan dilapis. Sedangkan bahan untuk rak ini digunakan bahan-bahan seperti tembaga, baja dan titanium.


PERBEDAAN ANTARA LOGAM YANG SUDAH DILAPIS KROM


Pengerjaan Pendahuluan

Sebelum dilakukan proses pelapisan krom, logam ditreatmen atau dilakukan pengerjaan polishing (amril, selep, polish) yang mana tujuan dari pekerjaan itu adalah;

  1. Menghilangkan kerak yang terjadi pada saat proses pengecoran logam. 
  2. Menghilangkan lapisan oksidasi yang ada dipermukaan logam. 
  3. Mempersiapkan logam untuk proses pelapisan agar hasilnya lebih halus dan mengkilap
Pemolesan ( buffing ) dengan menggunakan batu amril emery dari yang paling kasar sampai paling halus. Selanjutnya proses selep, dilakukan untuk memperhalus permukaan logam menggunakan polesh compound. Tahap terakhir adalah polishing, dilakukan agar logam mengkilap seperti kaca.


Komponen yang digunakan untuk polishing logam:
1. Kain poles
2. Gum rosin
3. Batu gerinda


Setelah proses polishing selanjutnya dilakukan degreasing, adalah suatu proses untuk menghilangkan lemak dan lilin atau parafin yang terjadi selama proses polishing. Teknik degreasing ada beberapa macam; Soak cleaning, menggunakan larutan alkalin, formulanya seperti table berikut, ada formula propierti yang siap pakai. Supplier bahan electroplating biasanya menjual formula propierty. Logam yang akan dibersihkan dimasukkan dalam keranjang plastic, digoncang goncangkan dalam larutan selama 5 menit agar diperoleh persinggungan yang lebih merata gerakan penggoncangan dipilih yang paling efektif.

Komposisi Larutan Pencuci dengan Alkalin


Untuk logam yang kecil dan sulit ditangani, dimasukkan dalam keranjang baja selanjutnya diproses dengan menggunakan larutan TCE ( three chloro ethylene ), atau untuk lebih mudahnya dapat menggunakan bensin.

Ativasi
Logam yang akan diplating harus bebas dari lemak dan permukaannya harus aktif, tidak tertutup oleh oksidan. pengaktifan permukaan dilakukan dengan proses leaching, yaitu dengan memasukkan logam kedalam larutan alkali dan asam secara bergantian.

  • Masukkan kedalam larutan sod cyanide 5% 
  • Bilas dua kali dalam air bersih 
  • Masukkan kealam larutan asam sulfat 5% 
  • Bilas dua kali dalam air bersih
Urutan proses leaching mengikuti urutan proses pelapisan logam, apabila logam akan dimasukkan dalam bak pelapisan tembaga sinida maka proses leaching dibalik, sodium cyanide terakhir. Proses leaching lebih efektif jika menggunakan asam lemah kosentrasi tinggi daripada menggunakan asam kuat konsentrasi rendah yang mana akan menyerang logam secara langsung.

Copper plating ( pelapisan tembaga ) .
COPPER CYANIDE
a. Coper cyanide : 45 gr/Lt
b. Sodium cyanide : 64 gr/Lt
c. Coustic soda : 20 gr/Lt
d. Rochelle salt : 30 gr/Lt
e. brightener 1 : 5 cc/Lt
f. brightener 2 : 8 cc/Lt

Kondisi operasi temperatur : 55 - 60°C
Rapat arus :2,16 4,32A/dm2
pH : 12 – 12,6

bilas dua kali Dilakukan pembilasan dua kali dengan aliran air berjalan

Nikel plating
bilas 2x dengan air mengalir

Krom plating
Komposisi dan kondisi kerja :
Chromic Acid 140-180 gr/l
sulfuricAcid 0,4-1 gr/l
WR-1 (catalyst) 1-2 gr/l
Trivalensi Chrom (Cr+3) < 4 gr/l

Temperatur 25-70 derajad celcius
Arus listrik 5-60 A/dm2
Anode timah hitam campur timah putih 8-15%

bilas 3 kali Dilakukan pembilasan dua kali dengan aliran air berjalan


Setelah dilakukan pembilasan sampai 3 kali, segera diupayakan logam yang sudah dilapis krom untuk cepat kering, untuk menyerap sisa air bilasan yang ada dipermukaan logam digunakan kalsit (CaCO3). P erbedaan logam yang sudah dilapis krom dengan logam yang b elum dilapis.

Baca Artikel Terkait

1 comment: