Wednesday, February 20, 2013

Mengenal Katinon

Kalau Anda melakukan “browsing” di internet, maka Anda akan menemukan banyak senyawa baru, baik dari tanaman maupun sintetik kimia. Misalnya Katinon yang diperoleh dari daun Catha edulis (Khat) yang di wilayah Afrika Utara banyak ditemukan tanamannya dan daunnya secara legal di sana dikunyah seperti makan sirih agar tidak mengantuk dan bisa menahan lapar.
Demikian juga, daun ganja di wilayah Aceh biasa digunakan sayur lalapan untuk makan. Namun di beberapa negara selain di wilayah Afrika Utara, tanaman itu tidak bisa tumbuh, sehingga yang diatur adalah zat kandungannya Katinon dan turunannya yang dapat dibuat secara sintetik kimia.
Dari referensi ilmiah, turunan katinon ada beberapa misalnya metilon (diduga digunakan artis RA), metedron, butilon, mefradon, fluormetkatinon, metilendioksipirovaleron, metilendiosimetkatinon, dan sebagainya.

Katinon dan turunannya di AS dan Inggris termasuk obat golongan I yang dilarang untuk diedarkan dan digunakan. Secara struktur kimia, katinon dan amfetamin ada kemiripan dengan struktur efedrin maupun pseudoefedrin.
Tahun 1912, XTC sudah dapat disintesis oleh pabrik farmasi Merck di Jerman, sedangkan Mefedron disintesis tahun 1933. Pada waktu itu, XTC secara legal digunakan stimulan agar tubuh tetap segar, tidak mengantuk dan penekan nafsu makan.
Namun, senyawa baru ini (designer drugs) sejak akhir dan awal tahun 2000 mulai banyak disalahgunakan, terutama munculnya bisnis hiburan seperti diskotek, kafe yang merupakan sasaran peredaran narkoba baik mulai dari obat penenang untuk bisa tidur maupun stimulan agar kuat begadang dan ajojing.
Jika benar turunan katinon juga sudah mulai digunakan di Indonesia, maka psikotropika dan narkotika (narkoba) yang dilaporkan pernah dan masih disalahgunakan adalah Metamfetamin (Sabu-Sabu), XTC, Kokain, Morfin, Heroin (Putau), ganja, katinon, metkatinon.
Ada pula, obat golongan penenang (pil koplo), misalnya nitrazepam, klonazepam, flunitrazepam, bromazepam, klozapin juga karisoprodol, triheksilfenidil dan dekstrometorfan.
Dari uraian di atas mungkin di masa mendatang akan masuk ke Indonesia turunan narkoba baru yang lain yang perlu diketahui dan diwaspadai.
Akhir-akhir ini dua senyawa kimia me-til-on dan katinon mencuat di Indonesia. Ini terkait dengan tertangkapnya artis terkenal yang diduga mengkonsumsi zat-zat yang sepertinya memang termasuk dalam kelompok “zat terlarang”. Bagaimana rumus molekul dan rumus struktur keduanya?
 


Berikut ini sekilas informasi tentang dua zat tersebut. Ya zat itu adalah Me-til-on yang mempunyai rumus molekul C11H13NO3 dan Katinon yang mempunyai rumus molekul C9H11NO. Me-til-on ini merupakan turunan dari katinon. Tapi mengapa semuanya memiliki akhiran -on, apakah mereka semua termasuk dalam golongan alkanon yang memang memiliki gugus fungsi keton? Ok, perhatikan saja rumus kimia dari keduanya.
Metilon (Methylone) ini memiliki nama (IUPAC) (±)-2-methylamino-1-(3,4-methylenedioxyphenyl)propan-1-one
Katinon (Cathinone) memiliki nama (IUPAC) (2S)-2-amino-1-phenylpropan-1-one.
Untuk melihat struktur senyawa masing-masing letakan mouse di atas nama senyawa maka secara pop-up akan tertampil struktur senyawanya.

Baca Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment